DAMPAK MUSIM KEMARAU PANJANG
DI KECAMATAN SABAK AUH
Musim
kemarau merupakan musim panas yang berkepanjangan, musim ini telah menyisakan
dampak negatif bagi masyarakat di Sabak Auh. Sebagian masyarakat banyak yang
mengeluh dengan musim kemarau yang berkepanjangan ini, kekurangan sumber air,
dan para petani terpaksa menunda kegiatan bercocok tanam padi. Untuk itu
penulis berkeinginan mengangkat tema ini dengan tujuan agar masyarakat di Sabak
Auh mampu berpartisipasi dengan keadaan yang melandanya.
Musim
kemarau panjang adalah musim kemarau yang sangat panas dalam jangka waktu yang
panjang. Musim kemarau ini membuat sebagian masyarakat gelisah akan krisis air.
Beberapa desa mengalami kekeringan air yang mengakibatkan sumur- sumur
mengering dan menyusut. Sehigga tidak sedikit masyarakat yang rela menempuh
perjalanan jauh mendatangi sumur- sumur yang masih mengeluarkan sumber air.
Sementara
itu, bagi masyarakat biasa yang tidak memiliki sumur bor, sebagian diantara
mereka banyak yang membuat sumur bor. Hal ini terbukti sebelum mereka memiliki
sumur bor, banyak masyarakat yang mengambil air dari sungai untuk keperluan
sehari- harinya. Jika ada tetangga yang memiliki sumur bor, maka mereka datang
kerumah tetangga untuk meminta air atau membelinya. Tetapi sampai kapan mau
bertahan hidup seperti ini. Oleh karena itu mereka berinisiatif untuk membuat
sumur bor demi kebutuhan sehari- hari.
Bagi
masyarakat yang bersawah mereka terpaksa menunda musim tanam padi. Hal ini
disebabkan berpuluh- puluh hektar sawah dan lahan di Sabak Auh mengalami
kekeringan dan tak bisa ditanami Padi
maupun tanaman lainnya. Bibit Padi yang telah ditabur menjadi kering seperti
ampas Padi dan tidak mau tumbuh. Sementara itu tanah semuanya pada retak dan
merekah. Oleh sebab itu, mereka menunda bersawah atau menunda musim tanam Padi
dikarenakan keadaan yang tak mendukung.
Hal
ini sangat berdampak pada kestabilan ekonomi bagi masyarakat yang mata
pencahariannya sebagai Petani. Karena kebanyakan masyarakat di Sabak Auh untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka hanya mengandalkan dari hasil panen Padi
sawah semata.
Oleh
karena itu, musim kemarau panjang sangat berdampak negatif bagi masyarakat
Sabak Auh. Diantaranya beberapa desa yang ada di Sabak Auh mengalami kekeringan
air, bagi para Petani terpaksa menundakan musim tanam padi. Sehingga
menyebabkan ekonomi masyarakat yang bermatapencaharian sebagai petani sawah
ladang menjadi tidak stabil.
No comments:
Post a Comment