Sunday, November 15, 2015

DAMPAK MUSIM KEMARAU PANJANG DI KECAMATAN SABAK AUH



DAMPAK MUSIM KEMARAU PANJANG
DI KECAMATAN SABAK AUH

Musim kemarau merupakan musim panas yang berkepanjangan, musim ini telah menyisakan dampak negatif bagi masyarakat di Sabak Auh. Sebagian masyarakat banyak yang mengeluh dengan musim kemarau yang berkepanjangan ini, kekurangan sumber air, dan para petani terpaksa menunda kegiatan bercocok tanam padi. Untuk itu penulis berkeinginan mengangkat tema ini dengan tujuan agar masyarakat di Sabak Auh mampu berpartisipasi dengan keadaan yang melandanya.
Musim kemarau panjang adalah musim kemarau yang sangat panas dalam jangka waktu yang panjang. Musim kemarau ini membuat sebagian masyarakat gelisah akan krisis air. Beberapa desa mengalami kekeringan air yang mengakibatkan sumur- sumur mengering dan menyusut. Sehigga tidak sedikit masyarakat yang rela menempuh perjalanan jauh mendatangi sumur- sumur yang masih mengeluarkan sumber air.
Sementara itu, bagi masyarakat biasa yang tidak memiliki sumur bor, sebagian diantara mereka banyak yang membuat sumur bor. Hal ini terbukti sebelum mereka memiliki sumur bor, banyak masyarakat yang mengambil air dari sungai untuk keperluan sehari- harinya. Jika ada tetangga yang memiliki sumur bor, maka mereka datang kerumah tetangga untuk meminta air atau membelinya. Tetapi sampai kapan mau bertahan hidup seperti ini. Oleh karena itu mereka berinisiatif untuk membuat sumur bor demi kebutuhan sehari- hari.
Bagi masyarakat yang bersawah mereka terpaksa menunda musim tanam padi. Hal ini disebabkan berpuluh- puluh hektar sawah dan lahan di Sabak Auh mengalami kekeringan  dan tak bisa ditanami Padi maupun tanaman lainnya. Bibit Padi yang telah ditabur menjadi kering seperti ampas Padi dan tidak mau tumbuh. Sementara itu tanah semuanya pada retak dan merekah. Oleh sebab itu, mereka menunda bersawah atau menunda musim tanam Padi dikarenakan keadaan yang tak mendukung.
Hal ini sangat berdampak pada kestabilan ekonomi bagi masyarakat yang mata pencahariannya sebagai Petani. Karena kebanyakan masyarakat di Sabak Auh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka hanya mengandalkan dari hasil panen Padi sawah semata.
Oleh karena itu, musim kemarau panjang sangat berdampak negatif bagi masyarakat Sabak Auh. Diantaranya beberapa desa yang ada di Sabak Auh mengalami kekeringan air, bagi para Petani terpaksa menundakan musim tanam padi. Sehingga menyebabkan ekonomi masyarakat yang bermatapencaharian sebagai petani sawah ladang menjadi tidak stabil.

No comments:

Post a Comment