Sunday, November 22, 2015

MANFAAT UNIK PADA SAPU LIDI

Anda pasti mengenal sapu lidi. Ya, alat untuk menyapu pekarangan rumah atau tempat-tempat yang umumnya mayoritas terbuat dari tanah ternyata tidak hanya memiliki nilai fungsional saja. Sapu lidi memiliki nilai yang amat mendalam. Jika di renungkan lebih jauh, sapu ini sangat erat kaitannya dengan PERSATUAN yang menimbulkan KEKUATAN. Anda mungkin bisa membayangkan betapa susahnya jika harus menyapu dengan satu batang lidi saja. Bukan hanya  capek yang dapat, namun bisa jadi lidinya patah. Tentu saja hal ini akan sulit dilakukan serta membuang waktu dan tenaga. Namun jika batang-batang lidi disatukan dan diikat menjadi sapu lidi, maka kotoran yang setumpuk pun akan dapat dibersihkan dalam waktu yang relatif singkat dan kerusakan minimal pada batang lidi. Oleh karena itulah memang betul adanya mengenai kekuatan sapu lidi  tersebut.
filosofi terkandung dalam sapu lidi
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Begitulah bunyi pepatah kuno yang pertama kali di dengar di bangku sekolah. Filosofi sapu lidi mewujudkan pepatah ini, dimana satu ikat sapu lidi adalah manifestasi dari sebuah persatuan. Generasi muda penerus bangsa seharusnya dipahamkan dengan filosofi ini, bahwa sebuah perjuangan dalam mencapai tujuan tidaklah sempurna jika dilakukan seorang diri. Pelajaran hidup ini dapat di aplikasikan dengan mengambil contoh perjuangan para pahlawan bangsa kita dalam merebut kemerdekaan Indonesia, terutama paska Boedi Oetomo dan Sumpah Pemuda. Jika tidak ada persatuan dari bangsa kita, maka tidaklah mustahil kita tidak akan merdeka dari penjajahan bangsa lain.
Sebagai makhluk sosial, tentunya semua orang tidak akan bisa berdiri dan hidup sendiri di dunia ini. Baik secara langsung ataupun tidak, semuanya akan membutuhkan orang lain dalam menghadapi dan menjalani hidup ini. Contoh yang konkrit adalah jika anda sedang duduk di meja makan, anda tidak akan dapat menikmati nasi jika tidak ada petani yang menanam padi. Lidi juga dijadikan simbol dalam berbagai adat di banyak daerah di Indonesia. Salah satunya adalah adat Sunda yang melakukan acara bakar lidi pada saat resepsi perkawinan. Makna pembakaran lidi ini adalah membuang sifat keras dan pemarah yang digambarkan sebagai lidi yang terbakar dapat lenyap sebelum seorang lelaki menjalin rumah tangga dengan seorang wanita.
Dalam bidang magis dan mistis, sapu lidi dipercaya memiliki tuah dan mampu mengusir makhluk jahat yang gaib. Ada juga yang mengatakan bahwa sapu lidi dapat digunakan untuk mendatangkan wangsit/petunjuk lewat mimpi jika digunakan sebagai bantal. Ada suatu kepercayaan pada masyarakat Jawa bahwa sapu lidi tidak boleh digunakan membersihkan pekarangan pada malam hari karena dapat mengundang mara bahaya. Namun tentu saja semua hal diatas tergantung kepercayaan anda. Demikian adalah ulasan singkat kami saya tentang sapu lidi. Semoga bermanfaat. (siti zaleha)

Wednesday, November 18, 2015

EFEK TELAT MAKAN



EFEK TELAT MAKAN
Makan adalah kegiatan memasukkan makanan atau sesuatu kedalam mulut untuk mennyediakan nutrisi bagi makhluk hidup, dan juga energi untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Makan merupakan hal terpenting bagi tubuh kita. Walaupun terlihat sepele, terlambat makan memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh jika dilakukan dalam waktu yang lama. Sebagian orang banyak yang lalai dengan waktu makan, bahkan yang parahnya lagi maka tidak teratur. Kebiasaan buruk tersebut memang harus di hilangkan, mengingat resiko yang akan terjadi.
Bagi yang berdiet, jika telat makan akan mengganggu program dietnya. Sehingga untuk memiliki tubuh yang ideal sesuai dengan harapan tidak terwujud.
Salah satu dampak telat makan bagi tubuh kita ialah menyebabkan permasalahan yang sering terjadi pada lambung, Serta mengganggu organ tubuh lainnya.
Adapun efek sering telat makan, diantaranya yaitu:
·         Mudah letih dan lesu.
Jika anda telat makan akan menyebabkan suplai pada glukosa ke otak otomatis akan terganggu. Jika cadangan glukosa dalam tubuh mengalami penurunan, maka akibatnya tubuh tidak berfungsi secara optimal. Akibatna anda akan mudah lelah dan lesu. Sehingga konsentrasi, serta kinerja mental ataupun fisik menurun.
·         Nyeri pada perut.
Sebagian orang banyak yang sering menganggap remeh terhadap pola makan, dengan alasan malas atau hal lainnya. Sehingga menyebabkan perut menjadi nyeri. Dengan demikian menyebabkan system pencernaan terganggu, sehingga menimbulkan diare serta kembung. Jika anda makan secara berlebihan dikarenakan sangking laparnya, itu akan menyebabkan perut anda terasa senak, mengapa bisa demikian?, karena perut anda telah terisikan oleh angin yang disebabkan kelalaian anda terhadap waktu makan.
·         Metabolisme tubuh melambat.
Jika anda sering telat makan, ini akan berdampak pada tubuh, sehingga menyebabkan tubuh mudah lelah, dan tidak bertenaga untuk melakukan aktivitas. Walaupun anda telah banyak minun air putih demi metabolisme tubuh anda. Tetapi cara itu tidak bisa menanganinya, karena kadar gula pada tubuh berkurang.
·         Radang pada lambung.
Jika anda terlambat makan, maka lambung anda dapat mengalami luka. Lambun terluka disebabkan oleh cairan lambung pada mukosa lambung. Gejalayang timbul adalah rasa nyeri sampai kehulu hati setelah makan, karena terlambat untuk makan , sehingga menyebabkan maag.
·         Tanda stress.
Bagi anda yang sering melupakan waktu untuk makan, bisa jadi tanda bahwa anda sedang mengalami setres. Setres yang di sebabkan berbagai faktor. Salah satunya banyak beban pada pikiran. Oleh sebab itu aturlah pola makan agar tubuh tetap berstamina, dan terhindar dari berbagai penyakit.

Dengan demikian makan sangat penting bagi tubuh kita, hal ini terbukti bahwa jika anda tidak peduli, tidak pandai mengatur pola makan, maka akan menyebabkan permasalahan yang sering terjadi pada tubuh anda, serta menyebabkan terjadinya gangguan terhadap organ tubuh lainnya.

Sunday, November 15, 2015

DAMPAK MUSIM KEMARAU PANJANG DI KECAMATAN SABAK AUH



DAMPAK MUSIM KEMARAU PANJANG
DI KECAMATAN SABAK AUH

Musim kemarau merupakan musim panas yang berkepanjangan, musim ini telah menyisakan dampak negatif bagi masyarakat di Sabak Auh. Sebagian masyarakat banyak yang mengeluh dengan musim kemarau yang berkepanjangan ini, kekurangan sumber air, dan para petani terpaksa menunda kegiatan bercocok tanam padi. Untuk itu penulis berkeinginan mengangkat tema ini dengan tujuan agar masyarakat di Sabak Auh mampu berpartisipasi dengan keadaan yang melandanya.
Musim kemarau panjang adalah musim kemarau yang sangat panas dalam jangka waktu yang panjang. Musim kemarau ini membuat sebagian masyarakat gelisah akan krisis air. Beberapa desa mengalami kekeringan air yang mengakibatkan sumur- sumur mengering dan menyusut. Sehigga tidak sedikit masyarakat yang rela menempuh perjalanan jauh mendatangi sumur- sumur yang masih mengeluarkan sumber air.
Sementara itu, bagi masyarakat biasa yang tidak memiliki sumur bor, sebagian diantara mereka banyak yang membuat sumur bor. Hal ini terbukti sebelum mereka memiliki sumur bor, banyak masyarakat yang mengambil air dari sungai untuk keperluan sehari- harinya. Jika ada tetangga yang memiliki sumur bor, maka mereka datang kerumah tetangga untuk meminta air atau membelinya. Tetapi sampai kapan mau bertahan hidup seperti ini. Oleh karena itu mereka berinisiatif untuk membuat sumur bor demi kebutuhan sehari- hari.
Bagi masyarakat yang bersawah mereka terpaksa menunda musim tanam padi. Hal ini disebabkan berpuluh- puluh hektar sawah dan lahan di Sabak Auh mengalami kekeringan  dan tak bisa ditanami Padi maupun tanaman lainnya. Bibit Padi yang telah ditabur menjadi kering seperti ampas Padi dan tidak mau tumbuh. Sementara itu tanah semuanya pada retak dan merekah. Oleh sebab itu, mereka menunda bersawah atau menunda musim tanam Padi dikarenakan keadaan yang tak mendukung.
Hal ini sangat berdampak pada kestabilan ekonomi bagi masyarakat yang mata pencahariannya sebagai Petani. Karena kebanyakan masyarakat di Sabak Auh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka hanya mengandalkan dari hasil panen Padi sawah semata.
Oleh karena itu, musim kemarau panjang sangat berdampak negatif bagi masyarakat Sabak Auh. Diantaranya beberapa desa yang ada di Sabak Auh mengalami kekeringan air, bagi para Petani terpaksa menundakan musim tanam padi. Sehingga menyebabkan ekonomi masyarakat yang bermatapencaharian sebagai petani sawah ladang menjadi tidak stabil.


KAMI TIDAK AKAN MENGECEWAKANMU IBU

Ketika embun di dedaunan mulai mengering, pada waktu itulah kedua orang tuaku mulai mengais rezki untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Ayahku hanyalah seorang petani, yang hari- harinya menghabiskan waktu di kebun ladang. Sedangkan ibuku membantu ayahku mengais rezki dengan cara berjualan kue.
Aku adalah anak sulung mereka dari tiga saudara, sekarang aku sudah melanjutkan sekolahku diperguruan tinggi. Adikku bernama Rara, sekarang dia duduk dibangku kelas 2 SMK, dan yang paling kecil bernama Raka duduk dibangku kelas 3 SD.
Hari demi hari kedua orang tuaku mengais rezki, demi anak-anaknya. Mereka tak ingin kami bodoh, miskin akan ilmu. Tekad dan keyakinan mereka untuk menyekolahkan kami sungguh kuat. Aku sangat bangga memiliki orang tua seperti mereka.
 Tapi entah kenapa hari yang cerah menjadi mendung, kebahagiaan menjadi kesedihan. Ayahku jatuh sakit, sudah berbagai cara yang digunakan untuk mengobati ayah, namun tak juga sembuh.  Tetapi walau bagaimana pun, ayahku selalu berusaha membuat kami bahagia. Dia tak mau melihat kami  sedih, lemah, dan tak berdaya  dikarenakan dia sakit.
Setahn sudah berlalu, namun penyakit ayahku tak juga sembuh. Sehingga hal ini menyebabkan Ibuku ambil alih tugas Ayahku. Ibuku menjadi kepala punggung keluarga menggantikan ayah kami.
Aku tau, Ibuku pasti lelah jika seharian bekerja. Dan aku juga tau apa yang ada di pikirannya jika waktu malam tiba. Tapi aku tidak bisa berbuat apa- apa. Aku hanya bisa membantunya jika aku ada waktu. Bahkan untuk saat ini akau sama  sekali tidak bisa membantunya dikarenakan aku sibuk dengan  perkuliahanku.
Untuk meringankan beban Ibuku, aku selalu menghematkan uang, hari- hariku, ku isi dengan puasa. Begitu juga dengan adikku Rara, demi cita- citanya, dia rela tinggal di rumah orang dan bekerja disana untuk mendapatkan biaya sekolahnya.
Namun demikian, sebaik- baik apapun orang pasti ada sifat jeleknya. Gengsi merupakan sifat yang sulit di buang rasanya bagiku. Sifat ini telah melekat pada diriku. Jujur, jika melihat teman- temanku di kampus yang serba ada, aku jadi iri kepada mereka. Bahka rasa gengsi membuat aku benci dengan kehidupan yang sebenarnya. Tetapi jika teringat dengab Ibu, hatiku luluh, air mata ini tak bisa dihentikan rasanya.
Aku sadar, aku ini hanyalah seseorang yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, dan aku harus ingat tujuan utamaku kuliah untuk apa. “Ibu… maafkan aku, hampir saja aku kebawa arus yang menyesatkan”.
seharusnya aku tidak boleh lemah dengan kondisi seperti ini, aku harus bisa bangkit, bisa membuat kedua orang tuaku bahagia. Karena dia tidak pernah menyerah, putus asa untuk membesarkan anaknya yang penuh dengan rintangan”, batinku berkata.
Setiap kali aku hendak berangkat menuntut ilmu, selalu aku niatkan di hati semoga ilmu yang ku dapatkan hari ini berkah dan diridhai Allah swt. Dan ketika sesudah shalat, aku selalu mendoakan kedua orang tuaku supaya Allah mmberikan perlindungan kepada mereka dan kesehatan yang cukup.
Tidak hanya itu saja, aku juga mencari pekerjaan sambilan setelah pulang dari kuliah,  demi untuk keperluan perkuliahanku.
Tiga tahun dijalani tanpa terasa. Perkuliahanku akhirnya terselesaikan juga. Aku berhasil membuat orang tuaku bangga kepadaku, bukan itu saja, aku juga bisa menghilangkan rasa letih mereka selama mereka menyengolah dan mendidikku. Walaupun kehidupan keluargaku ini sederhana, tapi kami mempunyai tekad yang kuat demi ilmu.