Anda pasti mengenal sapu lidi. Ya, alat
untuk menyapu pekarangan rumah atau tempat-tempat yang umumnya mayoritas
terbuat dari tanah ternyata tidak hanya memiliki nilai fungsional saja.
Sapu lidi memiliki nilai yang amat mendalam. Jika di
renungkan lebih jauh, sapu ini sangat erat kaitannya dengan PERSATUAN
yang menimbulkan KEKUATAN. Anda mungkin bisa membayangkan betapa
susahnya jika harus menyapu dengan satu batang lidi saja. Bukan hanya capek yang dapat, namun bisa jadi lidinya patah. Tentu saja hal ini
akan sulit dilakukan serta membuang waktu dan tenaga. Namun jika
batang-batang lidi disatukan dan diikat menjadi sapu lidi, maka kotoran
yang setumpuk pun akan dapat dibersihkan dalam waktu yang relatif
singkat dan kerusakan minimal pada batang lidi. Oleh karena itulah
memang betul adanya mengenai kekuatan sapu lidi tersebut.
Bersatu kita teguh, bercerai kita
runtuh. Begitulah bunyi pepatah kuno yang pertama kali di dengar di
bangku sekolah. Filosofi
sapu lidi mewujudkan pepatah ini, dimana satu ikat sapu lidi adalah
manifestasi dari sebuah persatuan. Generasi muda penerus bangsa
seharusnya dipahamkan dengan filosofi ini, bahwa sebuah perjuangan dalam
mencapai tujuan tidaklah sempurna jika dilakukan seorang diri.
Pelajaran hidup ini dapat di aplikasikan dengan mengambil contoh
perjuangan para pahlawan bangsa kita dalam merebut kemerdekaan
Indonesia, terutama paska Boedi Oetomo dan Sumpah Pemuda. Jika tidak ada
persatuan dari bangsa kita, maka tidaklah mustahil kita tidak akan
merdeka dari penjajahan bangsa lain.
Sebagai makhluk sosial, tentunya semua orang
tidak akan bisa berdiri dan hidup sendiri di dunia ini. Baik secara
langsung ataupun tidak, semuanya akan membutuhkan orang lain dalam
menghadapi dan menjalani hidup ini. Contoh yang konkrit adalah jika
anda sedang duduk di meja makan, anda tidak akan dapat menikmati nasi
jika tidak ada petani yang menanam padi. Lidi juga dijadikan simbol
dalam berbagai adat di banyak daerah di Indonesia. Salah satunya adalah
adat Sunda yang melakukan acara bakar lidi pada saat resepsi perkawinan.
Makna pembakaran lidi ini adalah membuang sifat keras dan pemarah yang
digambarkan sebagai lidi yang terbakar dapat lenyap sebelum seorang
lelaki menjalin rumah tangga dengan seorang wanita.
Dalam bidang magis dan mistis, sapu lidi
dipercaya memiliki tuah dan mampu mengusir makhluk jahat yang gaib. Ada
juga yang mengatakan bahwa sapu lidi dapat digunakan untuk mendatangkan
wangsit/petunjuk lewat mimpi jika digunakan sebagai bantal. Ada suatu
kepercayaan pada masyarakat Jawa bahwa sapu lidi tidak boleh digunakan
membersihkan pekarangan pada malam hari karena dapat mengundang mara
bahaya. Namun tentu saja semua hal diatas tergantung kepercayaan anda.
Demikian adalah ulasan singkat kami saya tentang sapu lidi. Semoga
bermanfaat. (siti zaleha)

